Latest Entries »

Teori Belajar Behavioristik

Oleh: Deden Sofyan

imgresTeori belajar behavioristik menjelaskan belajar itu adalah perubahan perilaku yang dapat diamati, diukur dan dinilai secara konkret. Perubahan terjadi melalui rangsangan (stimulans) yang menimbulkan hubungan perilaku reaktif (respon) berdasarkan hukum-hukum mekanistik. Stimulans tidak lain adalah lingkungan belajar anak, baik yang internal maupun eksternal yang menjadi penyebab belajar. Sedangkan respons adalah akibat atau dampak, berupa reaksi fifik terhadap stimulans. Belajar berarti penguatan ikatan, asosiasi, sifat da kecenderungan perilaku S-R (stimulus-Respon). View full article »

Oleh: Deden Sofyan

imgresDewasa ini, “demokrasi” menguasai dunia. Runtuhnya rezim komunis Rusia, pendudukan di Afghanistan dan Irak yang mengatasnamakan demokrasi, sistem Pemilu multipartai yang semakin dipopulerkan di berbagai negara-negara miskin Dunia Ketiga, pertemuan-pertemuan tingkat dunia yang membahas persoalan demokrasi ekonomi, pembantaian warga sipil palestina di Jalur Gaza dan serangan balas dendam pada warga Israel yang tidak bersalah demi kekuasaan modal, juga jadwal Pemilu pada bulan April 2009 di Indonesia—yang selalu diklaim dan digembar-gemborkan sebagai pesta demokrasi. Lalu kenapa kita tidak merasa ada sesuatu yang menggembirakan, jika demokrasi adalah solusi dari segala masalah kita dan dunia? Kenyataannya dunia masih juga berjalan di antara kemiskinan, pengangguran, penghancuran ekologi, penghancuran hak-hak warga oleh korporasi, dan masalah-masalah lainnya. Lebih dari itu, kemandirian komunitas telah menjadi sesuatu yang benar-benar langka. View full article »

Anjing Juga Demikian

Oleh: Deden Sofyan

anjingIbrahim ibn Adham bertanya kepada Syaqiq al-Balkhi, “Kondisi seperti apa yang bisa kauceritakan kepadaku?” Syaqiq al-Balkhi menjawab, “Kondisiku, jika ada rezeki, aku akan menikmatinya. Jika tidak ada, aku akan bersabar.” “Anjing piaraan juga melakukan itu. Jika diberi makanan, dia akan makan. Jika tidak ada makanan, dia menunggu dengan sabar,” kata Ibrahim ibn Adham. “Lalu, seharusnya bagaimana? View full article »

Peta Pembaharuan Dalam Islam

Oleh: Deden sofyan

pembaharuan-pemikiran-islamIslam modern yang sering kali di lawan kan dengan islam tradisional ini memiliki banyak pengertian yang diberikan oleh masyarakat yang jika kita teliti lagi ternyata tidak sesuai dengan pengertian sebenarnya yang ingin dibawa oleh para pemikir modernis. Islam modern sering dikatakan telah keluar dari syariat islam dan telah melenceng dari Al-qur’an dan hadist, telah sering melawan sebuah pemikiran yang telah ada, pemikiran mereka seringkali dikatakan telah terpengaruh oleh barat.  View full article »

Oleh: Deden Sofyan

foto amboDi dunia modern dan serba terbuka ini banyak sekali berita dan informasi yang sampai ketelinga seluruh manusia walaupun manusia itu berada di pelosok negri. Keyataan itu tidak dapat dipungkiri karna di era ini telah banyak berkembang alat-alat informasi dengan teknologi canggih, perkembembangannya dimulai ketika milenium baru yang bertepatan pada tahun 2000. Namun alat-alat komunikasi seperti telegraf, telepon dan surat kabar, sudah jauh lebih dulu dalam perkembangannya. Di samping itu media cetak dan penerbit-penerbit sudah eksist pula merambah dunia, buku-buku sebagai sumber informasi teoritik berserakan di berbagai belahan dunia. Pada akhirnya, Kegiatan penerjemahan menjadi View full article »

Oleh: Luthfi Assyaukanie

UntitledPada dasarnya, gerakan kebangkitan Islam yang dimulai sejak awal abad ke-19 di hampir seluruh dunia Islam adalah gerakan liberal. “Liberal” di sini bisa bermakna ganda. Pada satu sisi, ia berarti liberasi (pembebasan) kaum muslim dari kolonialisme dan penjajahan yang pada saat itu memang menguasai hampir seluruh dunia Islam. Pada sisi lain, ia berarti liberasi kaum muslim dari cara-cara berpikir dan berperilaku keberagamaan yang menghambat kemajuan. Periode liberasi atau apa yang oleh Albert Hourani disebut dengan “liberal age[1] sesungguhnya tak hanya terjadi di dunia Arab saja. Negara-negara muslim lainnya, View full article »

Oleh: Martin Suryajaya

KarL MarxTeori nilai adalah pokok kunci dalam sejarah panjang perdebatan ekonomi-politik Marxian. Persoalan ini sudah diperdebatkan bahkan sejak terbitnya buku Kapital jilid I oleh kritikus seperti Adolph Wagner. Terbitnya Kapital jilid III juga memicu perdebatan lebih lanjut tentang teori nilai Marx yang diawali dengan kritik Eugen von Böhm-Bawek. Perdebatan tentangnya mewarnai sejarah perkembangan ekonomi Marxian abad ke-20 dengan deretan kontributor ternama seperti Rudolf Hilferding, Isaak Illich Rubin, Maurice Dobb, Paul Sweezy dan sebagainya. Perdebatan ini berjalan nyaris tanpa putus sampai hari ini—tepatnya, satu setengah abad sejak Kapital terbit—dengan para ekonom Marxis di awal abad ke-21 seperti, antara lain, View full article »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 941 other followers